Sri cari ya

Sabtu, 07 Januari 2012

Cerpen



SAHABAT SEJATI

            “Betapa enak menjadi orang kaya. Semua serba ada .segala keinginan terpenuhi. Karena semua tersedia. Seperti mimi, ia anak orang kaya.berangkat dan pulang kuliah selalu diantar mobil mewah dengan supir pribadi”.
Meskipun dia anak orang kaya dia tidak lah sombong, juga sikap orang tuanya. Mereka sangat ramah. Mereka tidak pilih dalam bergaul. Seperti pada kawan-kawan mimi yang datang kerumahnya, mereka menyambut seolah keluarga. Sehingga kawan-kawan banyak yang betah kalau main kerumah mimi.

            Mimi sebenarnya mempunyai sahabat setia, namanya rini. Rumahnya masih satu kelurahan dengan mimi, hanya beda RT. Namun , sudah hampir dua minggu rini tidak main ke rumah iwan.
            “ Kemana ya... ma, rini. Lama tidak muncul. Biasanya tiap hari dia tidak pernah absen. Selalu datang.”
            “ mungkin sakit !” jawab mama.
            “ Ih, iya. Siapa tahu, ya ... ma? Kalau begitu nantik sore aku ingin menengoknya!”
Kata mimi dengan semangat.

            Sudah tiga kali pinturumah rini diketuk mimi, tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian mimi menanyakan ke tetangga sebelah rumah rini. Mimi mendapat kabar bahwa rini sudah dua minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak rini di- PHK dari pekerjaannya. Meskipun akhirnya mengorbankan kepentingan rini. Terpaksa rini tidak bisa melanjutkan kuliah lagi.

            “ Oh ... kasihan rini,” ucapan mimi dalam hati.
Di rumah , mimi tampak melamun. Ia memikir nasib sahabatnya itu. Setiap pulang selalu tegur dan ceria ! papa menrgur.
“ rini , pa “
“memngnya kenapa dengan sahabatmu itu.sakit kah dia?”
Mimi menggeleng.
“Lantas!”papa penasaran ingin tahu.
“Rini sekarang sudah pindah rumah. Kata tetangganya dia ikut orang tuanya pulang ke desa, kabarnya bapaknya di PHK. Mereka katanya ingin menjadi petani saja”.
Papa menatap wajah mimi tampak tertegun seperti kurang percaya dengan omongan mimi.
“Kalau papa tidak percaya, tanya deh... ke pak RT atau tetangga sebelah rini !” ujarnya.
“lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap papa bisa menolong rini!”
“Maksudmu?”
“Saya ingin rini bisa berkumpul kembali dengan aku!” mimi memohon dengan agak mendesak.
“baik lah kalau begitu. Tapi, kamu harus mencari alamat rini di desa itu!”  kata papa.



Dua hari kemudian mimi baru berhasil dapat alamat rumah rini di desa. Mimi merasa senang. Ini berkat pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrakan keluarga rini.
Kemudian mimi bersama papa datang ke rumah rini di wilayah kuansing. Namun lokasi rumahnya masih masuk kedalam. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua rini dan rini sendiri.betapa gembira hati rini ketika ketemu mimi.Mereka berpelukan cukup lama untuk melepaskan rasa rindu.
Semula rini agak kaget dengan kedatangan mimi secara mendadak, soalnya tidak memberi tahu lebih dahulu kalau mimi ingin berkunjung kerumah rini di desa.
“ Sorry . ya mi. Aku tidak sempak memberi tahu kan kamu kalau aku gak kuliah lagi”.
“ ah ,,, tidak apa-apa. Yang penting aku merasa gembira. Karena kita bisa berjumpa kembali!”

Setelah omong-omong cukup lama, papa menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua rini. Ternyata orang tua rini tidak keberatan, dan menyerahkan segala keputusan kepada rini sendiri.
“ begini , rin .kedatangan kami kemari , ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke pekanbaru.kami menggangap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana rin, apakah kamu mau?” yanya papa.
“Soal kuliah kamu ,” lanjut  papa, ”kamu tak usah khwatir,segalahnya biaya kuliah kamu saya yang akan menanggung.”
“baik lah kalau memang bapak dan mimi menghendaki demikian,saya bersedia.
Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan bapak yang mau membantu saya.”

Kemudian mimi bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk rini. Tampak mata mimi berkaca-kaca. Karena merasa bahagia , akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Ternyata mereka adalah sahabat sejati yang tak mampu di pisahkan.

Kini rini tinggal bersama mimi, sementara orang tuanya tetap di desa. Selain mengerjakan sawah , mereka juga merawat nenek rini yang suda tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar